KAABAH YANG MANAKAH YANG
DIBERSIHKAN DAN APAKAH YANG TELAH
MENCEMARKANNYA?


 

Pertanyaan No. 48 :

Apakah kata "pembersihan" yang dibicarakan di dalam Daniel 8 : 14 itu menunjuk kepada suatu pembersihan kaabah di sorga? Jika demikian, maka apakah yang telah mencemarkannya?

Jawab    :

Walaupun kaabah yang di sorga itu dan kaabah yang di bumi berada pada dua lokasi yang berbeda, namun yang satunya tak dapat tiada meliputi juga yang lainnya, karena keduanya itu menangani dosa-dosa dan orang-orang berdosa yang sama. Oleh sebab itu, maka bagi kaabah yang satu menjadi tercemar akan dengan sendirinya membawa akibat kepada yang lainnya. Misalnya, jika sebagian para anggota sidang di bumi murtad setelah pernah sekali bertobat (seperti yang diperbuat Akhan, Raja Saul, Judas, Annanias dan Saphira, dan banyak lagi yang lainnya yang nama-namanya pernah tercatat di dalam Buku Kehidupan, tetapi karena mereka lalai bertahan dalam iman telah menjadi tidak pantas bagi kehidupan yang kekal), mereka pada waktu yang sama tentunya mencemarkan kedua kaabah itu. Kaabah yang di bumi dicemarkannya oleh perbuatan-perbuatan dan pengaruh mereka yang sesungguhnya, kaabah yang di sorga dicemarkannya oleh nama-nama mereka yang tidak patut itu tercatat di dalam buku-bukunya; karena sementara kaabah yang di bumi menampung orang-orang itu, maka kaabah yang di sorga menampung catatan-catatan pribadi mereka. Oleh sebab itu karena perlu adanya pembersihan kaabah yang di bumi dari orang-orang murtad dan orang-orang munafik, maka tentu perlu juga adanya pembersihan kaabah sorga dari nama-nama orang-orang berdosa itu yang terdapat di dalam buku-bukunya. Dan sebutan yang tepat bagi sesuatu pekerjaan yang sedemikian ini ialah Pemeriksaan Pengadilan (Hukum) --- pekerjaan yang dilukiskan di dalam nubuatan Daniel (Daniel 7 : 9, 10) dan di dalam perumpamaan-perumpamaan Kristus tentang penuaian, pukat, talenta-talenta, pakaian kawin, dan kambing-kambing dan domba-domba.

Tetapi, karena Alkitab mengajarkan dengan jelas bahwa pekerjaan yang istimewa ini akan jadi hanya sekali dalam masa kasihan (Iberani 9 : 26), maka dengan sendirinya catatan-catatan dari mereka yang telah mati sepanjang berabad-abad yang lalu akan pertama-tama sekali lewat di hadapan pemandangan Allah, Hakim Agung itu (Daniel 7 : 9, 10). Sesudah mereka ini diperiksa, kemudian baru pemeriksaan terhadap catatan-catatan dari orang-orang hidup dimulai. Dan sebagaimana kepada kita telah diberitahu, bahwa ada terdapat dua kelas orang-orang di dalam sidang (“gandum" dan "lalang" ---- Matius 13 : 30), maka jelaslah bahwa Pemeriksaan Pengadilan ("penuaian") terhadap orang-orang mati itu hanya berlaku terhadap kaabah yang di sorga. Hal ini makin lebih jelas apabila diingat, bahwa "orang-orang mati tidak mengetahui apa-apa" (Alkatib 9 : 5) melainkan berbaring tanpa sadar sambil menunggu di dalam kubur-kubur mereka akan hari kebangkitan itu. Tetapi apabila Pengadilan ("Penuaian") terhadap orang-orang hidup dimulai, maka kaabah yang di bumi ini tak dapat tiada akan dibersihkan dari orang-orang munafik, dan di dalam kaabah nama-nama mereka dicoret keluar dari catatan-catatannya. Oleh sebab itu kedua kaabah itulah yang akan dibersihkan. Pembersihan kaabah yang di bumi selanjutnya dikemukakan oleh nubuatan Maleakhi sebagai berikut :

"Bahwasanya, Aku akan mengirim utusan-Ku, maka ia akan mempersiapkan jalan di hadapanKu : maka Tuhan yang kamu cari itu akan secara tiba-tiba datang ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian yang kamu rindukan itu; bahwasanya, la akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi siapakah yang dapat tahan berdiri pada hari kedatangan-Nya itu? Dan siapakah yang akan berdiri apabila la muncul? Karena la adalah bagaikan suatu api pembersih, dan bagaikan sabun pembersih; maka la akan duduk bagaikan pembersih dan penggosok perak, dan la akan menyucikan bani Lewi, dan membersihkan mereka itu bagaikan emas dan perak, supaya dapat mereka mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran." Maleakhi 3 : 1 - 3.

Dan lagi, diinjak-injaknya di bawah kaki kedua kaabah dan bala tentara orang banyak itu, dan pencampakan "ke bawah kebenaran sampai ke tanah", yang dikemukakan di dalam Daniel 8 : 12, harus juga dipikirkan. Oleh menggantikan keimmamatan Kristus dengan suatu keimmamatan kapir, dan menggantikan bala tentara Allah dengan orang-orang kapir yang tidak bertobat, juga oleh menggantikan hari Sabat Allah dengan suatu hari besar kekapiran, bukan saja kedua kaabah sorga dan bumi tercemar, melainkan juga ajaran-ajarannya. Sebab itu, sementara kedua kaabah itu dibersihkan dari orang-orang berdosa, maka Kebenaran Alkitab juga disaring dari teori-teori dan pendapat-pendapat manusia.